Salah satu dinasti
penting yang ikut mewarnai sejarah peradapan islam adalah Dinasti Umayah atau
disebut juga Bani Umayyah. Dinasti ini berdiri pada tahun 661 M s.d 750 M.
Meskipun dinasti ini kurang dari satu abad tetapi capaian ekspansi yang sangat
luas. Ekspansi ke negeri-negeri yang sangat jauh dari pusat kekuasaan islam
dilakukan dalam waktu kurang dari setengah abad. Ini merupakan kemenangan yang
sangat menabjubkan dari suatu bangsa yang sebelumnya tidak pernah mempunyai
pengalaman politik yang memadai.
Pembentukan Dinasti Umayah tidak dilepaskan
dari sosok Muawiyah ibn Abi Sofyan. Ia memeluk agama islam pada usia yang masih
muda, jauh sebelum keluarga Abu Sofyan lainnya memeluk agama islam. Mu’awiyah lahir
empat tahun menjelang Muhammad diangkat menjadi Rasul, ada juga yang mengatakan
dua tahun sebelum Rasul diangkat atau !% tahun sebslum hijrah. Mu’awiyah
termasuk sahabat dekat dengan Rasulullah.
Awal
pendirian dinasti ini, berawal dari masalah tahkim yang menyebabkan perpecahan
dikalangan pengikut Ali, yang berakhir dengan kematiannya. Sepeninggal Ali itu
sebenarnya masyarakat secara beramai;ramai membaiat Hasan, puta Ali, menjadi
khalifah. Karena itu setelah Hasan berkuasa beberapa bulan, dan Muawiyah
meminta agar jabatan khalifah diberikan kepadanya.Peristiwa ini dikenal dengan
istilah amul jama’ah, atau tahun persatuan umat islam. Sejak peristiwa tersebut
, Muawiyah resmi jadi khalifah baru umat Isalam yang berpusat di Damaskus.
Setelah
Muawiyah menjadi Khalifah Umat Islam, ia mulai mwnata pemerintahannya.
Kebijakan ini dilakukan untuk mrngantisipasi tindakan-tindakan yang timbul dari
reaksi pembentukan kekuasaannya. Khususnya dari kelompok yang tidak menyukainya.
Langkah
awal yang diambil adalah memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke
Damaskus. Berikutnya Muawiyah mengganti sistem kekhalifahan menjadi kerajaan. Aspek
positif dari sistem pemerintahan Muawiyah adalah meluasnya kekuasaan Islam. Ditandai
dengan pencapaian ekspansinya yang sangat luas. Langkah ekspansi ini menunjukkan
stabilitas politik Umayah yang cukup mapan.Ekpansi masa dinasti Umayah ini
adalah kelanjutan dari apa yang telah dicapai pada masa khulafah al-Rasyidin.
Ketika
Muawiyah berkuasa maka ia ingin megedepankan politik praktis dari pada
politik-politik lainnya, dan menyusun prinsip-prinsip dari politik tersebut. Akan
tetapi ia tidak mampu membuang total kecenderungan tiga politik lainya
teermasuk arab Badui, selama ia masi berkuasa maka pergumulan tiga politik inin
tidak begitu berbahaya, akan tetapi ia dapat bermain cantik dalam politik
tersebut hingga ia merasa menang setelah ia meninggal. Muawiyah sudah
mempersiapkan waktu untuk memenangkan kecenderungan politiknya, ia
menggunakanmetode khusus untuk melangsungksn siasat politik praktisnya. Metode ini
berdasarkan atas keadaan dirinya, kecenderungannya, perasaannya, dan daerah
yang mewakilinya yaitu Syiam.
Muawiyah
meletakkan dadar khilafah sesuai dengan garis keturunan, ia berpikir kalau ia
meninggal dan tidak ada putera mahkota maka akan terjadi persengketaan dan kaum
muslimin akan saling bertempur, untuk itu ia harus memilih sendiri putra
mahkota.
Yazid
anak Muawiyah lahir ketika Muawiyah masih menjabat sebagai gubernur. Jadi ia
lahir dalam kekuasaan. Ia tumbuh berkembang di Syam. Kemuadian Muawiyah telah
mendidiknya kekuasaan dan jihad, ia telah mengutusnya untuk melakukan pembukaan
daerah Konstitatinopel, akan tetapi Yazid memiliki kekurangan yaitu ia malas
dan semena-mena, Muawiyah mengetaui hal ini akan tetapi cacat seorang anak
dianggap kecil oleh ayah. Menurut Muawiyah ia seorang yang cakap dalam berjihad
dan berkuasa, sangat cerdas dan jenius selain malas dan semena-mena, ia
beranggapan kalau sudah menghadapi hal yang serius ia akan semangat dan hilang
sifat malas dan semena-menanya.Demikianlah Muawiyah telah mengangkat anaknya
menjadi putera mahkota untuk di baiat setelah meminta pendapat dari pembesar-pembesar
Madinah.
Dengan
Pembaiatan yazid sebagai putra mahkota maka kekuasaan Muawiyah di syiam telah
selesai. Masa Yazid adalah masa fitnah besar dalam islam, fitnah tersebut
terkenal dengan sebutan fitnah kedua setelah fitnah pertama terjadi pada masa
Utsman, kenyataanya pada masa pemerintahan yazid sudah tiga peristiwa yang
mengerika yang yaitu terbunuhnya Husain, perang Harrah dan penyerangan Ka’bah,
semua ini sudah cukup mengecam pemerintahan Yazid.
Khalifah
selanjutnya di gantikan oleh putra Yazid yaitu Muawiyah bin Yazid. Pada waktu
itu ia masih muda dan berumur 20 tahun. Muawiyah berbeda jauh dengan mendiang
ayahnya, ia seorang yang kurang suka berdebat dan mengisolasi diri dari kehidupan
politik, hal itu karena ia melihat khilafah sebenarnya bukan hak Dinasti
Umayayh, malah ia termasuk orang yang tidak puas dengan kekhalifahan Dinasti
Umayyah. Kepemimpinannya Cuma berlangsung 20 hari, ada yang mengatakan 3 bulan,
selanjutnya ia mengundurkan diri tanpa mengangkat penggantinya, karena ia tidak
menemukan orang-orang semisal Abu Bakar dan Umar atau semisal enam ahli Syura
yang diangkat oleh Utsman. Ia meninggal dunia tidak beberapa lam setelah
mengumumkan mengundurkan dirinya. Atas pengunduran dirinya jabatan di Syam
menjadi vakum sedangkan sikap keluarga Syiam juga sangat dilematis. Hal itu
ketika tidak ada di kota-kota selain Syam kecuali membaiat Ibnu Zubair yang
telah dibaiat oleh penduduk Hujaz. Hal ini yang menyusahkan keluarga Dinasti
Umayyah, sedangkan apa yang dilakukan Ubaidillah bin Ziad di Irak ketika
meminta penduduk Bashrah untuk membaiatnya tidak berarti banyak.
Dengan
demikian Irak telah sempurna membaiat Ibnu Zubair, begitu juga Meair, sungguh
sangat mungkin sekali bagi penduduk Syiam untuk mengikuti kota-kota lain. Tentara
Syiam yang berada di Makkah juga mencoba untuk membaiatnya akan tetapi ditolak
oleh Ibnu Zubair.
Penduduk
Syam sendiri terbagi menjadi dua kubu yaitu kubu pertama mmendukung membaiat
Ibnu Zubair dan kubu yang satunya adalah kubu yang tidak mendukung atas
pembaiatan tersebut.
Masa
Kekuasaan Ibnu Zubair selama tujuh tahun, ia menjadi kalifah Irak dan seluruh
kota di dalamnya, bahkan di baiat sebagianbesar wilayah Syiam pada mulanya.
Namun kekuasaannya tidak begitu diakui oleh dinasti Umayyah karena mereka
menganggap tidak begitu bermanfaat untuk dinasi Umayyah untuk menyebut namanya
dalam kekhalifahan. Dengan demikian jatuhlah nama Ibnu Zubair dalam daftar
kekhalifahan. Dengan demilian Ibnu Zunair adalah khalifah Rasyidi, ditambah
kapasitasnya kepada Hijaz, dan keinginanya untuk tidak meninggalkan Hijaz,
walaupun kota-kota lain membaiatnya.
Setelah
berangsur lama yang pada akhirnya politik Rasyidi telah hilang, karena penduduk
Syiam telah mengalahkan Hijaz secara total pada masa pemerintahan Abdul Malik,
dan nampaklah bahwa Syiam bisa mengalahkan Irak,
Abdul
Malik merenovasi kekuasaan Bani Umayyah dengan pondasi-pondasi baru, ia memang
mengambil manfaat dari politik Muawiyah, dan dari sistem-sistem yang di pakai
Muawiyyah, tetapi kaadang Abdul malik melangkahi pondasi-pondasi yang di pakai
oleh Muawiyah. Abdul Malik merupakan orang pertama yang memulai kebangkitan
pembangunan, roda kemajuan dengan meletakkan asas-asas negara Bani Umayyah, dan
melakukan arabisasi di berbagai bidang.
Pemerintahan
setelah Abdul Malik dilanjutkan Oleh putranya yaitu Al –Walid bin abdul Malik. Al-Walid
mengambil faedah apa yang dilakukan pleh ayahnya. Ia telah melaksanakan
pekerjaan yang terbaik, ia sangat ingin islam kembali berjaya. Untuk itu ia
mengambil berbagai sarana, salah satunya adalah melakukan pembukaan daerah
untuk menyebarkan dan mengumandangkan Islam. Pada masa pemerintahanya Al-Walid melakukan
beberapa pembangunan seperti: pembangunan masjid di beberapa kota, membantuk
rumah sakit untuk orang-orang lemah di Damaskus, memperhatikan nasib para orang
fakiria sangat melarang untuk meminta-minta, ia ingin menjadikan pemerintahan
menjadi islami dan arabis, dansalah satu usaha politiknya adalah pembukaan
daerah-daerah.
Khalifah
Bani Umayyah selanjutnya adalah saudaranya sendiri yaitu Sulaiman bin Abdul
Malik. Obsesi yang ingin di capai oleh Sualaiman bin Abdul Malik adalah membuka
kostantinopel. Ia ingin membuka negeri tersebut. Dalam rencananya ia akan
menyerang kostantin melaui darat maupun laut. Akan tetapi ekspansinya mengalami
kegagalan karena orang-orang romawi menyerang mereka terlebih dahulu didukung
oleh angin dan hawa dingin yang kerasa yang mengakibatkan pasukan kehabisan
perbekalan dan akhirnya sebagian dari pasukan meninggal dunia.
Pengembangan
pada masa al-Walid dan sulaiman mengarah kepada agama dan pelaksanaan ajaran
agama isalm, akan tetapi corak ini tidak bisa berkembang pesat. Walaupun corak
tersebut mengalami peningkatan. Perkembangannya baru menuai hasil setelah
setelah sepeninggal Sulaiman bin abdul Malik, dan nampak jelas setelah masanya
yaitu Umar bin Abdul Aziz. Sulaiman mewariskan kekuasaannya kepada Umar bin
abdul Aziz karena anaknya belum bisa dijadikan putra mahkota.
Reformasi
yang dilakukan Umar meluas kesegala bidang pemerintahan, seolah-olah ia telah
memikirkan perbaikan pemerintahan Bani Umayyah sejak usia belia.Umar sangat
tahu akan sulitnya mengadakan reformasi karena ia ahli dalam bidang politik dan
tatanegara,maka ia tahu bahwa untuk melaksanakan rencana harus dengan
kebijaksanaan dan pemikiran yang matang.Umar tahu akan kesalahan Bani Umayyah,
bahkan ia melihat kesalahan tersebut persis di hadapanya. Ia telah memperbaiki
kesalahan tersebut persis di dua khalifah sebelumnya. Ia memperbaiki apa yang
bisa diperbaiki.
Belum
lama setelah selesainya pemerintahan Umar bin abdul aziz dan baru setealah
naiknya Yazid bin Abdul Maliktahin 101 H. Tabiat khalifah Yazid II sangat bertentangan
dengan dengan tabiat Umar bin abdul Aziz, terutama dalam politiknya. Sifat ketamakan
yang dimilikinya membuat dari Bani Umayyah kembali ke sifat ketamakkannya dalam
harta dan pemberian. Tidak berselang lama ia juga menyuruh kepada para pekerja
untuk bersikap keras terhadap budak-budak, dan menerima jizyah orang-orang islam yang baru. Bahkan di Maroko
terjadi pemberontakan terhadap gubernur Yazid bin Abu Muslim. Kekhalifahan
Yazid II terus berlangsung hingga tahun !05 H ketika ia wafat.
Dengan
kematian Yazid II maka akan memasuki babak baru yaitu masa Khalifah Hisyam bin
Abdul Mali, masa ini berlangsung sekitar dua puluh tahun. Ia memiliki
kecenderungan tersendir terhadaap negara Bani Umayyah, dan ia mempunyai
sifat-sifat yang khas. Pada masa kekuasaanya negeri Syiam sangat tenang, dan
hal tersebut merupakan kondisi umum pada masa khalifah-khalifah yang lain. Ia sangat
baik terhadap orang-orang Dzimmi, terhadap mereka diperlakukan hukum islam
sehingga mereka tertarik terhadap islam.
Khalifahan
Hisyam bin Abdul Malik juga meningkatkan pembangunan keilmuan, budaya, dan
peradapan di Syiam. Ia sangat memuliakan para ilama seperti Az-Zuhri, Abu
Az-Zinad dll. Banyak sekali kitab-kitab yang dijelaskan dalam bahasa Arab serta berkembanglah produksi kesniam dalam
perumahan dan perindustrian. Keadaan negeri syam aman dan tenang yang menjadi
keistimewaan pemerintahan Bani Umayyah. Sdangkan di Irak keadaan kota tersebut
sangat tenang pada masa pemerintahan khalid bin Abdullah Al-Qasari. Tetapi ketika
diperintah oleh Yusuf bin Umar Bin hubairah kejadian menjadi kacau dan banyak
pemberontakan. Hal itu karena Kholid memerintah dengan kecerdasan sedangkan
Ibnu Hubairah memerintah dengan kedunguan.
Keadaan
Khurasan dan daerah-daerah Ma war’a an-Nahr pd masa pemerintahan Hisyam bin
Abdul Malik juga kacau disebabkan perilaku pegawai Umawiyah yang buruk. Banyak sekali
penindasan yang dilakukan oleh oara oejabat,bahkan mereka juga berbuat lalim
kepada orang-orang muslim yang bukan arab. Walaupun demikian keadaan dapat
dikendalikan oleh orang-orang arab, sehingga tahun 116H keadaan sudah tidak
dapat dikendalikan lagi. Hal ini juga terjadi di India dan Mesir setelah tahun
120H, sedangkan maroko pemberontakan barbar sangat keras setelah tahun 122H
hingga keadaan Arab semakin sulit.
Keadaan
pada masa yang dimulai pada tahun 120H adalah kekacauan dan kerusuhan yang
digerakkan oleh orang-orang yang bersengketa. Dan pemerintahan Hisyam bin Abdul
Malik digantikan oleh Al Walid bin Yazid. Akan tetapi Al Walid bin Yazid adalah
orang yang suka semena-mena dan berfiya-foya bersama kaawan-kawanya, menikmati
kelezatan dunia. Masyarakat semakin gencar menceritakan kemewahan dan foya-foya
yang dilakuakn Al Walid bin Yazid. Mereka menuduhnya telah melenceng dari agama
dengan meminum arak dan bermain perempuan sehingga semakin marah orang-orang
yang taat beragama kepadanya.
Al
Walid bin Yazid meneruskan perilakunya-perilakunya dengan merendahkan manusia,
sangat bangga terhadap kekuatan badan dan wajahnya. Hingga musuh-musuh nya
berkumpul untuk melakukan pergolakan terhadapnya. Ia tidak mempunyai penjagaan
yang kuat hingga ketika ia perang ia sudah tidak mendapati tidak ada seorang
pun yang menolongnya. Yang akhirnya membuat ia terbunuh. Kematian Al-Walid bin
Yazid pada tahun 126H merupakan pembukaan keruntuhan negara Umawiyah.
Kondisi Bani Umayyah waktu itu sangat mudah
bergejolak. Banyak pergolakan terjadi di dalamnya, semua pergulakan ini
dilakukan oleh musuh-musuh bani Umayyah. Setidaknya ada empat golongan yang
memerangi Bani Umayyah.
Pada
tahun 132H, jatuhlah kekuasaan Bani Ummayah secara total, dan kekhalifahan
diambil alih oleh Bani Abbasiyah.