Kamis, 17 Maret 2016

Tengah malam aku mencoba untuk menuliskan sesuatu yang aku pikirkan sekarang. ya., hari ini tepatnya pukul 12 malam. aku masih belum juga dapat tidur. Mataku belum terasa mengantuk.

Ingin ku ceritakan sedikit Pengalamanku. 

   Berawal dari seorang teman ku yang merasa bahwa dirinya kurang berminat di jurusan yang ia jalani saat ini. Dia berniat untuk pindah jurusan dengan mengikuti SBMPTN taun depan. Terlintas dalam pikiran ku untuk pindah jurusan juga. Setelah sekian lama aku merasa kesulitan dengan jurusan yang aku jalani saat ini. 

        Aku kuliah di jurusan Matematika. Aku memilih jurusan ini hanya karena yang terpenting aku dapat masuk Universaitas Negeri. Saat Pendaftaran SNMPTN dibuka seluruh siswa kelas tiga disuruh oleh guru BK untuk segera mendaftar. Saat aku belum sama sekali memiliki pandangan akan masuk kejurusan apa dan kuliah dimana. Aku hanya memikirkan bagaimana aku dapat masuk di Universitas Negeri. Sehingga aku mencoba membaca peluang besar masuk Perguruan Tinggi dengan mendaftar di Pilihan pertama yaitu Universitas Negeri Islam dan ambil jurusan konsentrasi, yang mungkin jarang sekali yang berminat di jurusan tersebut. Dalam pikiranku dulu, masalah bisa gk aku ngejalani perkuliahan pikirkan besok sajalah. Yang terpenting masuk dahulu. 

       Alhamdulillah Ku diterima di jurusan Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Waktu itu aku tidak menyangka bawasanya aku akan diterima Masuk Perguruan Tinggi. Karena memang sebelumnya Sekolah ku tidak ada sama sekali yang lolos seleksi SNMPTN, 5 siswa di Sekolahku telah lolos seleksi di Perguruan Tinggi Negeri. Sangatlah menggembirakan kita bisa dapat di terima di PTN. Setelah mengetahui bahwa aku lolos seleksi dan diterima di PTN pilihanku,aku memberitahu keluargaku. Respon ibu ku kurang berkenan karena, dapatkah membiayai kuliah? Aku mencoba untuk meyakinkan mereka, sehingga akhirnya mereka menyetujui untuk ambil jurusan itu dan kuliah. Aku merasa senang sekali . 

      Aku dan Temznku yang juga lolos mulai mempersiapkan administrasi yang menjadi persyaratan. Kami bolak bali ke sekolahan untuk mengurus berkas-berkas persyaratan. Tahap demi tahap semua persyaratan sudah terpenuhi. 

      Tepat di awal bulan Agustus aku mengikuti ospek. Saat itu pula aku sudah resmi menjadi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Hatiku sangatlah gembira. Dalam benakku, Akhirnya aku menjadi mahasiswa di Universitas yang aku inginkan. 

      Hari demi hari, bulan demi bulan aku menjalani erkuliahan penuh dengan rintangan. Sampai pada akhirnya pengumuman IP semester 1 ku muncul. Aku mendapatkan IP yang tidak seberapa yaitu 2,9. Rasa kecewa pasti ada. Tapi apa boleh buat. Akhirnya aku mencoba untuk menenangkan diriku untuk bangkit. Tetapi pikiran seperti tidak dpat menerima kenyataan. Aku mulai mengeluh karena tidak dapat pengikuti apa yg di ajarkan di jurusan ini. Aku mulai merasa pingin pindah jurusan dan kuliah di jurusan lain. Dengan penuh pikiran yang sedang dilanda putus asa. Aku mencoba untuk menceritakan masalahku pada teman dekatku. Alhamdulillah setelah bercerita aku mendapat kelegaan hati. Aku akhirnya mengurungkan diri untuk pindah jurusan. 

     
        Aku mencoba untuk mengambil hikmah dari semua yang terjadi. Dalam pikiranku aku akan mencoba menjalani kehidupan ini dengan rasa bersyukur. itulah kata temanku.

Demikialah sepenggal pengalaman kisahku masuk Perguruan Tinggi.
masih banyak pengalaman-pengalaman yang aku buat di kemudian hari 
so tetap semangat kawan.
Selalu ada harapan di setiap kehidupan

Senin, 14 Maret 2016

TUA ITU PASTI DEWASA ITU PILIHAN

Tua Itu Pasti, Dewasa Itu Pilihan
            Setiap manusia pasti akan mengalami fase pertumbuhan, sejak mereka dilahirkan hingga mengalami masa tua. Tidak ada di dunia ini yang tidak akan mengalami masa tua. Semua akan mengalami pertambahan usia. Yang tadinya anak-anak, seiring bertambahnya waktu dan umur, anak- anak itu pun akan mengalami pertumbuhan hingga mereka menjadi bapak atau pun ibu. Menjadi orang tua dari anak-anak mereka.
            Pertambahan usia tidaklah terlepas dari manusia. Pertambahan usia sangatlah berpengaruh terhadap perubahan fisik dan pola pikir manusia tersebut. Dulu ketika kita masih bayi kita belum bisa berbicara maupun berjalan. Dengan pertambahan usia kita pun akhirnya dapat berjalan dan juga berbicara. Proses itu tumbuh secara alami.
            Selain perubahan fisik, pola pikir kita menjadi berubah pula. Saat masih anak-anak pola pikir kita akan seperti anak-anak pula. Sampai kita remaja pola pikir kita pun akan berubah, tidak seperti anak-anak lagi. Meskipun terkadang terdapat orang yang usianya sudah beranjak dewasa, tetapi pola pikir masih kekanak-kanankan.
            Oleh karena itu, kedewasaan seseorang tidaklah ditentukan oleh usia. Berfikir dewasa adalah suatu pilihan. Tergantung pada diri kita masing-masing untuk berfikir dewasa atau kekanak-kanankan. Tidak semua orang tua dapat berfikir dewasa. Banyak sekali didunia ini, orang tua yang berfikir kekanak-kanakan tetapi justru yang lebih muda pun ada yang lebih dewasa pola Pikirnya. Maka dari itu, tua itu pasti dewasa itu pilihan.

            So, tentukan pilihanmu . Bentuk pola pikir kamu . Dewasa atau kekanak-kanakkan????