Rabu, 16 Desember 2015

KHILAFAH BANI UMAYYAH

Salah satu dinasti penting yang ikut mewarnai sejarah peradapan islam adalah Dinasti Umayah atau disebut juga Bani Umayyah. Dinasti ini berdiri pada tahun 661 M s.d 750 M. Meskipun dinasti ini kurang dari satu abad tetapi capaian ekspansi yang sangat luas. Ekspansi ke negeri-negeri yang sangat jauh dari pusat kekuasaan islam dilakukan dalam waktu kurang dari setengah abad. Ini merupakan kemenangan yang sangat menabjubkan dari suatu bangsa yang sebelumnya tidak pernah mempunyai pengalaman politik yang memadai.
             Pembentukan Dinasti Umayah tidak dilepaskan dari sosok Muawiyah ibn Abi Sofyan. Ia memeluk agama islam pada usia yang masih muda, jauh sebelum keluarga Abu Sofyan lainnya memeluk agama islam. Mu’awiyah lahir empat tahun menjelang Muhammad diangkat menjadi Rasul, ada juga yang mengatakan dua tahun sebelum Rasul diangkat atau !% tahun sebslum hijrah. Mu’awiyah termasuk sahabat dekat dengan Rasulullah.
            Awal pendirian dinasti ini, berawal dari masalah tahkim yang menyebabkan perpecahan dikalangan pengikut Ali, yang berakhir dengan kematiannya. Sepeninggal Ali itu sebenarnya masyarakat secara beramai;ramai membaiat Hasan, puta Ali, menjadi khalifah. Karena itu setelah Hasan berkuasa beberapa bulan, dan Muawiyah meminta agar jabatan khalifah diberikan kepadanya.Peristiwa ini dikenal dengan istilah amul jama’ah, atau tahun persatuan umat islam. Sejak peristiwa tersebut , Muawiyah resmi jadi khalifah baru umat Isalam yang berpusat di Damaskus.
            Setelah Muawiyah menjadi Khalifah Umat Islam, ia mulai mwnata pemerintahannya. Kebijakan ini dilakukan untuk mrngantisipasi tindakan-tindakan yang timbul dari reaksi pembentukan kekuasaannya. Khususnya dari kelompok yang tidak menyukainya.
            Langkah awal yang diambil adalah memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Damaskus. Berikutnya Muawiyah mengganti sistem kekhalifahan menjadi kerajaan. Aspek positif dari sistem pemerintahan Muawiyah adalah meluasnya kekuasaan Islam. Ditandai dengan pencapaian ekspansinya yang sangat luas. Langkah ekspansi ini menunjukkan stabilitas politik Umayah yang cukup mapan.Ekpansi masa dinasti Umayah ini adalah kelanjutan dari apa yang telah dicapai pada masa khulafah al-Rasyidin.
            Ketika Muawiyah berkuasa maka ia ingin megedepankan politik praktis dari pada politik-politik lainnya, dan menyusun prinsip-prinsip dari politik tersebut. Akan tetapi ia tidak mampu membuang total kecenderungan tiga politik lainya teermasuk arab Badui, selama ia masi berkuasa maka pergumulan tiga politik inin tidak begitu berbahaya, akan tetapi ia dapat bermain cantik dalam politik tersebut hingga ia merasa menang setelah ia meninggal. Muawiyah sudah mempersiapkan waktu untuk memenangkan kecenderungan politiknya, ia menggunakanmetode khusus untuk melangsungksn siasat politik praktisnya. Metode ini berdasarkan atas keadaan dirinya, kecenderungannya, perasaannya, dan daerah yang mewakilinya yaitu Syiam.
            Muawiyah meletakkan dadar khilafah sesuai dengan garis keturunan, ia berpikir kalau ia meninggal dan tidak ada putera mahkota maka akan terjadi persengketaan dan kaum muslimin akan saling bertempur, untuk itu ia harus memilih sendiri putra mahkota.
            Yazid anak Muawiyah lahir ketika Muawiyah masih menjabat sebagai gubernur. Jadi ia lahir dalam kekuasaan. Ia tumbuh berkembang di Syam. Kemuadian Muawiyah telah mendidiknya kekuasaan dan jihad, ia telah mengutusnya untuk melakukan pembukaan daerah Konstitatinopel, akan tetapi Yazid memiliki kekurangan yaitu ia malas dan semena-mena, Muawiyah mengetaui hal ini akan tetapi cacat seorang anak dianggap kecil oleh ayah. Menurut Muawiyah ia seorang yang cakap dalam berjihad dan berkuasa, sangat cerdas dan jenius selain malas dan semena-mena, ia beranggapan kalau sudah menghadapi hal yang serius ia akan semangat dan hilang sifat malas dan semena-menanya.Demikianlah Muawiyah telah mengangkat anaknya menjadi putera mahkota untuk di baiat setelah meminta pendapat dari pembesar-pembesar Madinah.
            Dengan Pembaiatan yazid sebagai putra mahkota maka kekuasaan Muawiyah di syiam telah selesai. Masa Yazid adalah masa fitnah besar dalam islam, fitnah tersebut terkenal dengan sebutan fitnah kedua setelah fitnah pertama terjadi pada masa Utsman, kenyataanya pada masa pemerintahan yazid sudah tiga peristiwa yang mengerika yang yaitu terbunuhnya Husain, perang Harrah dan penyerangan Ka’bah, semua ini sudah cukup mengecam pemerintahan Yazid.
            Khalifah selanjutnya di gantikan oleh putra Yazid yaitu Muawiyah bin Yazid. Pada waktu itu ia masih muda dan berumur 20 tahun. Muawiyah berbeda jauh dengan mendiang ayahnya, ia seorang yang kurang suka berdebat dan mengisolasi diri dari kehidupan politik, hal itu karena ia melihat khilafah sebenarnya bukan hak Dinasti Umayayh, malah ia termasuk orang yang tidak puas dengan kekhalifahan Dinasti Umayyah. Kepemimpinannya Cuma berlangsung 20 hari, ada yang mengatakan 3 bulan, selanjutnya ia mengundurkan diri tanpa mengangkat penggantinya, karena ia tidak menemukan orang-orang semisal Abu Bakar dan Umar atau semisal enam ahli Syura yang diangkat oleh Utsman. Ia meninggal dunia tidak beberapa lam setelah mengumumkan mengundurkan dirinya. Atas pengunduran dirinya jabatan di Syam menjadi vakum sedangkan sikap keluarga Syiam juga sangat dilematis. Hal itu ketika tidak ada di kota-kota selain Syam kecuali membaiat Ibnu Zubair yang telah dibaiat oleh penduduk Hujaz. Hal ini yang menyusahkan keluarga Dinasti Umayyah, sedangkan apa yang dilakukan Ubaidillah bin Ziad di Irak ketika meminta penduduk Bashrah untuk membaiatnya tidak berarti banyak.
            Dengan demikian Irak telah sempurna membaiat Ibnu Zubair, begitu juga Meair, sungguh sangat mungkin sekali bagi penduduk Syiam untuk mengikuti kota-kota lain. Tentara Syiam yang berada di Makkah juga mencoba untuk membaiatnya akan tetapi ditolak oleh Ibnu Zubair.
            Penduduk Syam sendiri terbagi menjadi dua kubu yaitu kubu pertama mmendukung membaiat Ibnu Zubair dan kubu yang satunya adalah kubu yang tidak mendukung atas pembaiatan tersebut.
            Masa Kekuasaan Ibnu Zubair selama tujuh tahun, ia menjadi kalifah Irak dan seluruh kota di dalamnya, bahkan di baiat sebagianbesar wilayah Syiam pada mulanya. Namun kekuasaannya tidak begitu diakui oleh dinasti Umayyah karena mereka menganggap tidak begitu bermanfaat untuk dinasi Umayyah untuk menyebut namanya dalam kekhalifahan. Dengan demikian jatuhlah nama Ibnu Zubair dalam daftar kekhalifahan. Dengan demilian Ibnu Zunair adalah khalifah Rasyidi, ditambah kapasitasnya kepada Hijaz, dan keinginanya untuk tidak meninggalkan Hijaz, walaupun kota-kota lain membaiatnya.
            Setelah berangsur lama yang pada akhirnya politik Rasyidi telah hilang, karena penduduk Syiam telah mengalahkan Hijaz secara total pada masa pemerintahan Abdul Malik, dan nampaklah bahwa Syiam bisa mengalahkan Irak,
            Abdul Malik merenovasi kekuasaan Bani Umayyah dengan pondasi-pondasi baru, ia memang mengambil manfaat dari politik Muawiyah, dan dari sistem-sistem yang di pakai Muawiyyah, tetapi kaadang Abdul malik melangkahi pondasi-pondasi yang di pakai oleh Muawiyah. Abdul Malik merupakan orang pertama yang memulai kebangkitan pembangunan, roda kemajuan dengan meletakkan asas-asas negara Bani Umayyah, dan melakukan arabisasi di berbagai bidang.
            Pemerintahan setelah Abdul Malik dilanjutkan Oleh putranya yaitu Al –Walid bin abdul Malik. Al-Walid mengambil faedah apa yang dilakukan pleh ayahnya. Ia telah melaksanakan pekerjaan yang terbaik, ia sangat ingin islam kembali berjaya. Untuk itu ia mengambil berbagai sarana, salah satunya adalah melakukan pembukaan daerah untuk menyebarkan dan mengumandangkan Islam. Pada masa pemerintahanya Al-Walid melakukan beberapa pembangunan seperti: pembangunan masjid di beberapa kota, membantuk rumah sakit untuk orang-orang lemah di Damaskus, memperhatikan nasib para orang fakiria sangat melarang untuk meminta-minta, ia ingin menjadikan pemerintahan menjadi islami dan arabis, dansalah satu usaha politiknya adalah pembukaan daerah-daerah.
            Khalifah Bani Umayyah selanjutnya adalah saudaranya sendiri yaitu Sulaiman bin Abdul Malik. Obsesi yang ingin di capai oleh Sualaiman bin Abdul Malik adalah membuka kostantinopel. Ia ingin membuka negeri tersebut. Dalam rencananya ia akan menyerang kostantin melaui darat maupun laut. Akan tetapi ekspansinya mengalami kegagalan karena orang-orang romawi menyerang mereka terlebih dahulu didukung oleh angin dan hawa dingin yang kerasa yang mengakibatkan pasukan kehabisan perbekalan dan akhirnya sebagian dari pasukan meninggal dunia.
            Pengembangan pada masa al-Walid dan sulaiman mengarah kepada agama dan pelaksanaan ajaran agama isalm, akan tetapi corak ini tidak bisa berkembang pesat. Walaupun corak tersebut mengalami peningkatan. Perkembangannya baru menuai hasil setelah setelah sepeninggal Sulaiman bin abdul Malik, dan nampak jelas setelah masanya yaitu Umar bin Abdul Aziz. Sulaiman mewariskan kekuasaannya kepada Umar bin abdul Aziz karena anaknya belum bisa dijadikan putra mahkota.
            Reformasi yang dilakukan Umar meluas kesegala bidang pemerintahan, seolah-olah ia telah memikirkan perbaikan pemerintahan Bani Umayyah sejak usia belia.Umar sangat tahu akan sulitnya mengadakan reformasi karena ia ahli dalam bidang politik dan tatanegara,maka ia tahu bahwa untuk melaksanakan rencana harus dengan kebijaksanaan dan pemikiran yang matang.Umar tahu akan kesalahan Bani Umayyah, bahkan ia melihat kesalahan tersebut persis di hadapanya. Ia telah memperbaiki kesalahan tersebut persis di dua khalifah sebelumnya. Ia memperbaiki apa yang bisa diperbaiki.
            Belum lama setelah selesainya pemerintahan Umar bin abdul aziz dan baru setealah naiknya Yazid bin Abdul Maliktahin 101 H. Tabiat khalifah Yazid II sangat bertentangan dengan dengan tabiat Umar bin abdul Aziz, terutama dalam politiknya. Sifat ketamakan yang dimilikinya membuat dari Bani Umayyah kembali ke sifat ketamakkannya dalam harta dan pemberian. Tidak berselang lama ia juga menyuruh kepada para pekerja untuk bersikap keras terhadap budak-budak, dan menerima jizyah  orang-orang islam yang baru. Bahkan di Maroko terjadi pemberontakan terhadap gubernur Yazid bin Abu Muslim. Kekhalifahan Yazid II terus berlangsung hingga tahun !05 H ketika ia wafat.
            Dengan kematian Yazid II maka akan memasuki babak baru yaitu masa Khalifah Hisyam bin Abdul Mali, masa ini berlangsung sekitar dua puluh tahun. Ia memiliki kecenderungan tersendir terhadaap negara Bani Umayyah, dan ia mempunyai sifat-sifat yang khas. Pada masa kekuasaanya negeri Syiam sangat tenang, dan hal tersebut merupakan kondisi umum pada masa khalifah-khalifah yang lain. Ia sangat baik terhadap orang-orang Dzimmi, terhadap mereka diperlakukan hukum islam sehingga mereka tertarik terhadap islam.
            Khalifahan Hisyam bin Abdul Malik juga meningkatkan pembangunan keilmuan, budaya, dan peradapan di Syiam. Ia sangat memuliakan para ilama seperti Az-Zuhri, Abu Az-Zinad dll. Banyak sekali kitab-kitab yang dijelaskan dalam bahasa Arab  serta berkembanglah produksi kesniam dalam perumahan dan perindustrian. Keadaan negeri syam aman dan tenang yang menjadi keistimewaan pemerintahan Bani Umayyah. Sdangkan di Irak keadaan kota tersebut sangat tenang pada masa pemerintahan khalid bin Abdullah Al-Qasari. Tetapi ketika diperintah oleh Yusuf bin Umar Bin hubairah kejadian menjadi kacau dan banyak pemberontakan. Hal itu karena Kholid memerintah dengan kecerdasan sedangkan Ibnu Hubairah memerintah dengan kedunguan.
            Keadaan Khurasan dan daerah-daerah Ma war’a an-Nahr pd masa pemerintahan Hisyam bin Abdul Malik juga kacau disebabkan perilaku pegawai Umawiyah yang buruk. Banyak sekali penindasan yang dilakukan oleh oara oejabat,bahkan mereka juga berbuat lalim kepada orang-orang muslim yang bukan arab. Walaupun demikian keadaan dapat dikendalikan oleh orang-orang arab, sehingga tahun 116H keadaan sudah tidak dapat dikendalikan lagi. Hal ini juga terjadi di India dan Mesir setelah tahun 120H, sedangkan maroko pemberontakan barbar sangat keras setelah tahun 122H hingga keadaan Arab semakin sulit.
            Keadaan pada masa yang dimulai pada tahun 120H adalah kekacauan dan kerusuhan yang digerakkan oleh orang-orang yang bersengketa. Dan pemerintahan Hisyam bin Abdul Malik digantikan oleh Al Walid bin Yazid. Akan tetapi Al Walid bin Yazid adalah orang yang suka semena-mena dan berfiya-foya bersama kaawan-kawanya, menikmati kelezatan dunia. Masyarakat semakin gencar menceritakan kemewahan dan foya-foya yang dilakuakn Al Walid bin Yazid. Mereka menuduhnya telah melenceng dari agama dengan meminum arak dan bermain perempuan sehingga semakin marah orang-orang yang taat beragama kepadanya.
            Al Walid bin Yazid meneruskan perilakunya-perilakunya dengan merendahkan manusia, sangat bangga terhadap kekuatan badan dan wajahnya. Hingga musuh-musuh nya berkumpul untuk melakukan pergolakan terhadapnya. Ia tidak mempunyai penjagaan yang kuat hingga ketika ia perang ia sudah tidak mendapati tidak ada seorang pun yang menolongnya. Yang akhirnya membuat ia terbunuh. Kematian Al-Walid bin Yazid pada tahun 126H merupakan pembukaan keruntuhan negara Umawiyah.
             Kondisi Bani Umayyah waktu itu sangat mudah bergejolak. Banyak pergolakan terjadi di dalamnya, semua pergulakan ini dilakukan oleh musuh-musuh bani Umayyah. Setidaknya ada empat golongan yang memerangi Bani Umayyah.
            Pada tahun 132H, jatuhlah kekuasaan Bani Ummayah secara total, dan kekhalifahan diambil alih oleh Bani Abbasiyah.


            

Rabu, 02 Desember 2015

I LOVE MATEMATIKA

Assalamu'alaikum..
       postingan kali ini adalah seputar matematika. Hu.. matematika bagaimana perasaan kamu setelah mendengar kata matematika. Sebagian besar orang menyebut matematika itu sulit dan menjadi momok sebagian siswa. padahal itu hanya perasaan hati saja.
Tahukah kalian sebenarnya kalo kamu fokus untuk bisa mengerjakan matematika pasti kamu suka matematika. Mudah kok buat jadi suka Matematika. Bagaimana ,,, tertarikkah kalian dengan matematika sekarang??
Nih.. aku beri sedikit cerita tentang matematika.
       Matematika tu pelajaran yang sangat mengasyikkan lho buat dipelajarin. Kalau kita serius buat mempelajarin matematika pasti yang tadinya ga' suka matematika pasti jadi suka dei. Coba kamu buktikan keampuhan setelah mempelajari matematika. Mudah kok gimana cara mempelajari matematika tidak sulit. Kamu hanya perlu latihan soal yang sebanyak-banyaknya. Dengan berlatih, kamu akan terbiasa dan kemampuan matematika kamu semakin terasah. Kamu juga akan mudah memecahkan soal bentuk apa saja. 
       Dan taukah kamu Albert Einstein? beliau adalah sosok ilmuan fisika yang begitu besar jasanya. Atas penemuan beliau yang spektakuler, yaitu teori Relativitas. Sampai sekarang pun teori ini masih digunakan. oh ya.. terus apa hubunganya Einstein dengan Matematika. padahal beliau adalah ilmuan fisika??. Jelas ada hubungannya dong, Einstein sejak kecil saat ia masih berumur belasan tahun, kalkulus menjadi sarapan tiap harinya. Bayangkan saja begitu sulitnnya pelajaran kalkulus dengan muda ia pelajari dengan usia yang masih muda seperti itu. Jadi tunggu apalagi.. Ayo belajarlah matematika, karena matematika itu mudah...
       Kalian jangan mau kalah dong dengan Albert Einstein. Kalian harus bisa seperti Albert Einstein. 
       Segala sesuatu yang dilakukan terus menerus, pasti akan menjadi suatu kebiasaan. Dan suatu kebiasaan akan membentuk suatu bakat. Yang pada akhirnya bakat itu menghasilkan suatu yang luar biasa yang tidak kamu sangka-sangka nantinya.
       Bagaimana setelah membaca artikel ini apakah membuat kamu jadi suka matematika??..
Ayo mulailah suka i matematika. katakan I Love Math... 
Good Luck kawan..   :)

wasalamu'alaikum..